BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W
BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W

Iklan Atas Artikel

Recent

Bookmark

Harlah ke-66 PMII: Menandai Transisi Gerakan dari Wacana ke Aksi Nyata

PMII
Penalaut.com
— (Jakarta) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memasuki usia ke-66 dengan menegaskan arah baru gerakan yang lebih konkret dan berdampak. Hal tersebut ditandai dengan dimulainya rangkaian Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 PMII yang secara resmi dibuka pada 2 Februari 2026 di Gedung Heritage Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta Pusat.

Mengusung tema “Aksi Nyata PMII untuk Indonesia”, peringatan harlah tahun ini menjadi simbol pergeseran orientasi PMII dari sekadar wacana intelektual menuju kontribusi riil di tengah dinamika sosial, kebangsaan, dan pembangunan nasional.

Ketua Panitia Harlah PMII ke-66, Razik, menyampaikan bahwa tema tersebut dipilih sebagai penegasan identitas PMII sebagai organisasi kader yang tidak hanya berakar pada nilai keislaman dan keindonesiaan, tetapi juga aktif menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“PMII ingin memastikan bahwa perjalanan panjang 66 tahun ini tidak berhenti pada romantisme sejarah, tetapi terus bergerak menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh bangsa dan negara,” ujar Razik.

Rangkaian kegiatan harlah dirancang sebagai konsolidasi nasional gerakan kader. Sejumlah agenda strategis digelar, mulai dari Pendidikan Kader Nasional (PKN), Pelatihan Instruktur, hingga Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar PMII yang melibatkan seluruh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain itu, Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas), ziarah ke makam para muassis PMII, public lecture, serta forum-forum intelektual turut menjadi bagian dari rangkaian peringatan.

Ketua Umum PB PMII, Mohammad Shofiyulloh Cokro, menilai Harlah ke-66 sebagai momentum refleksi sekaligus proyeksi masa depan organisasi. Menurutnya, PMII berada pada fase penting untuk menyiapkan kader yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dan berintegritas.
“PMII harus mampu melahirkan generasi kader unggul yang siap mengambil peran strategis di berbagai sektor. Harlah ke-66 ini menjadi titik tolak menyiapkan kualitas kader yang benar-benar siap berkhidmat bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan peran PMII dalam menjawab tantangan zaman, terutama di bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Sebagai puncak rangkaian peringatan, Harlah PMII ke-66 dijadwalkan berlangsung pada 17 April 2026 di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pemilihan lokasi tersebut merepresentasikan semangat kebangsaan PMII yang inklusif dan merata, tidak terpusat di satu wilayah saja.

Melalui peringatan ini, PMII menegaskan tekadnya untuk terus hadir sebagai organisasi kader yang mampu menjembatani gagasan dan tindakan nyata demi Indonesia yang lebih berkeadaban.


Pewarta: Irham Muzaki
Foto by: Nisya
Posting Komentar

Posting Komentar

Berkomentarlah Dengan Bijak