BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W
BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W

Iklan Atas Artikel

Recent

Bookmark

Pelantikan PK PMII Ibrahimy: Teguhkan Basis Aktivisme Mahasiswa

Penalaut.com
– Sebagai wujud regenerasi kepemimpinan organisasi, Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) ke XXXII telah resmi dilantik, pada Senin (09/03/2026) di Aula KHR. As’ad Syamsul Arifin.

Hadir dalam agenda tersebut Kurniatul Faizah (Wakil Rektor III UNIIB), Ketua Cabang (PC) PMII Banyuwangi beserta jajaran, serta perwakilan kader dari berbagai komisariat dan rayon di wilayah Banyuwangi.

Rangkaian acara dimulai dengan protokol organisasi yang meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, serta Mars PMII.

Puncak prosesi ditandai dengan pembacaan sumpah pelantikan yang dipandu oleh Ketua PC PMII Banyuwangi, Haikal Roja’. Prosesi ini secara resmi menetapkan Rifqi Izzul Wafa sebagai Ketua Umum PMII UNIIB XXXII, memimpin jajaran pengurus untuk satu periode mendatang.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana, Ahmad Browen Danifusunan, menyoroti posisi strategis organisasi di tengah dinamika sosial. Mengacu pada konsep pendidikan pembebasan Paulo Freire dan kritik manufacturing consent Noam Chomsky, ia menekankan agar PMII tetap menjaga independensi.

"PMII tidak boleh menjadi alat legitimasi bagi kekuasaan. Fokus kita adalah barisan aktivisme, mengawal isu-isu sosial, dan menjaga ruang kebebasan berekspresi. Kami meminta seluruh jajaran rayon untuk tetap kritis dan melakukan fungsi kontrol jika arah organisasi dinilai mulai melenceng," jelasnya.

Senada dengan hal itu, Ketua Komisariat PMII UNIIB, Rifqi Izzul Wafa menggarisbawahi pentingnya internalisasi nilai-nilai organisasi sebagai landasan pengabdian. Ia menyatakan bahwa kader merupakan benteng utama dalam menjaga integritas gerakan yang harus berpegang teguh pada koridor keyakinan dan prinsip perjuangan PMII.

"Setiap kader harus mampu memanfaatkan perannya sebagai bentuk pengabdian. Kader PMII adalah benteng yang menjaga keutuhan organisasi. Sikap fanatik diperbolehkan, asalkan tetap berada dalam koridor keyakinan, nilai, dan perjuangan yang sejalan dengan prinsip PMII," ujar Wafa.

Sementara itu, Ketua PC PMII Banyuwangi, Haikal Roja’, dalam sambutannya mendorong agar komisariat ini menjadi ruang belajar yang inklusif. Menurutnya, PMII harus mampu mengakomodasi setiap aspirasi kader guna mencapai tujuan kolektif organisasi.

"Mari jadikan PMII wadah belajar sekaligus berjuang yang inklusif, di mana setiap suara didengar dan setiap tenaga dihargai untuk tujuan mulia," ucap Haikal.

Dukungan juga datang dari pihak birokrasi kampus. Wakil Rektor III UNIIB, Kurniatul Faizah, yang juga merupakan alumni PMII UNIIB, menitipkan pesan mengenai tiga pilar utama: Berkader, Berjuang, dan Berakhlak. Ia menilai kualitas personal kader akan menjadi daya tarik alami bagi pertumbuhan organisasi ke depan.

"Jika ketiga pilar ini diterapkan, kualitas dan kewibawaan kader akan muncul dengan sendirinya, sehingga organisasi akan menarik minat mahasiswa lain secara natural melalui pembuktian kualitas tersebut," tungkasnya.

Rangkaian acara diakhiri dengan doa bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan agenda sosial berupa pembagian takjil dan buka puasa bersama sebagai sarana penguatan hubungan antaranggota dan tamu undangan.

Pewarta: Lilis Setyawati
Editor: Hilmi Hafi
Posting Komentar

Posting Komentar

Berkomentarlah Dengan Bijak