BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W
BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W

Iklan Atas Artikel

Recent

Bookmark

Dari Tradisi Pesantren ke Sains Teknologi, Rektor UNIB Bicara Arah Pendidikan di Wisuda XXXV

Penalaut.com
– (Situbondo) Rapat Terbuka Senat Wisuda XXXV Program Diploma, Sarjana, dan Magister Universitas Ibrahimy (UNIB) Sumberejo, Banyuputih, Situbondo, berlangsung di Auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Senin–Selasa, 21–22 September 2026.

Wisuda tahun ini menjadi momentum bagi 1.053 wisudawan dan wisudawati dari 25 program pada berbagai jenjang pendidikan. Pelaksanaan wisuda dibagi menjadi dua tahap, masing-masing pada Senin, 21 September dan Selasa, 22 September 2026, mulai pukul 07.00 WIB.

Rangkaian tersebut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy, Wakil Pengasuh Dr. (HC) KH. Afifuddin Muhajir, M.Ag., Nyai Hj. Nur Sari As’adiyah, Kabid Dikti Dr. Minhaji, M.Pd.I., serta Rektor Universitas Ibrahimy Dr. H. Khoirul Anwar, M.H.I.

Hadir pula Wakil Rektor I Mohamat Hadori, S.Ag., M.A., Wakil Rektor II Hj. Djuwairiyah, Ph.D., dan Wakil Rektor III KH. Ach. Fadhail, SH., MH.

Sementara tamu undangan yang hadir di antaranya Plt. Staf Ahli Setda Provinsi Jawa Timur Dr. Akh. Jazuli, SH., M.SI., Koord. Kopertais IV Jawa Timur Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA, M.Phil, serta Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, S.Pd.I.

Pada hari pertama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Hj. Arifah Fauzi memberikan orasi ilmiah kepada para wisudawan. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan bahwa gelar akademik yang diperoleh tidak berhenti sebagai capaian pribadi.

“Melihat wisuda ini bukan sebagai akhir perjalanan Pendidikan,melainkan sebagai awal dari amanah yang lebih besar”.

Menurut Hj. Arifah Fauzi, setelah kembali ke tengah masyarakat, para lulusan akan berhadapan dengan pertanyaan mengenai bagaimana ilmu yang diperoleh digunakan.

“Setelah toga dilepas, ijazah diterima,dan saudara saudari kembali ke tengah masyarakat, akan ada satu pertanyaan yang lebih penting, untuk apa ilmu yang kita peroleh. Apakah hanya untuk mendapatkan gelar semata ataukah ilmu akan menjadi amal, pengabdian, keteladanan dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Inilah makna penting dari semua pendidikan. Ilmu yang tinggi harus berjalan bersama dengan akhlak yang luhur. Pengetahuan harus berjalan bersama tanggungjawab dan kecerdasan harus sejalan dengan kepedulian.”

Pesan tersebut juga menyinggung nilai yang dibawa lulusan setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Ibrahimy.

“Saudara-saudari tidak hanya membawa ijazah dari Universitas Ibrahimy, saudara-saudari juga membawa nilai trasdisi keilmuna dan keteladanan islam yang telah ditanamkan selama menempuh Pendidikan.”

Hj. Arifah Fauzi juga mengaitkan peran generasi terdidik dengan berbagai tantangan yang masih dihadapi bangsa Indonesia.

“Kita masih menghadapi tantangan terkait dengan karakter, keluarga, relasi sosial, moralitas, perlinduangan anak, kekerasan dan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu bangsa Indonesia tidak hanya membutuhkabn generasi yang cerdas intelektual, bangsa Indonesia membutuhkan generasi yang berilmu, beriman, berakhlak, berintegritas dan mampu beradaptasi dan memiliki kepedulian sosial.”

Di sisi lain, Rektor Universitas Ibrahimy Dr. H. Khoirul Anwar, M.H.I. menempatkan tradisi pesantren sebagai bagian penting dari identitas dan amanah institusi pendidikan tersebut.

“Universitas Ibrahimy yang tegak dan kokoh berdiri di atas paku bumi tradisi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dengan riyadhoh dan ikhtiar para muassis kekasih ilahi, Kiai Syamsul, Kiai As'ad, Kiai Fawaid memiliki tugas dan amanah yang sangat besar dalam menyinergikan kedalaman ilmu keislaman Tafaqquh fiddin dan penguasaan sains dan teknologi.”

Pernyataan tersebut menunjukkan penekanan Rektor terhadap dua unsur yang menjadi bagian dari arah pendidikan Universitas Ibrahimy, yakni kedalaman keilmuan Islam dan penguasaan sains serta teknologi.

Hal itu kemudian diperkuat dengan semboyan yang terus digelorakan di lingkungan kampus.

“Universitas Ibrahimy memiliki semboyan sebagai kampus pahlawan santri, berteknologi, berakhlak terpuji dan penerus perjuangan Nabi. semboyan tersebut terus kami gelorakan agar kami tidak patah semangat, dan surut semangat dalam menghadapi setiap tantangan.”

Sementara itu, Ketua Panitia Wisuda XXXV Zainuddin, M.Pd. menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan wisuda telah dilakukan secara matang.

“Saya sangat bahagia dan bangga, persiapan yang dilakukan sudah matang, kedatang bu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak merupakan motivasi bagi Universitas Ibrahimy untuk semakin bergelora mendidik dan mencerdaskan mahasantri agar siap berkompetisi dan menang dalam setiap keadaan”.

Rangkaian wisuda kemudian dijadwalkan berlanjut pada hari kedua, Selasa, 22 September 2026. Dalam siaran pers, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Dr. (HC) H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si. disebut siap hadir sesuai rencana.

“Semoga besok saat Wisuda hari kedua, akan semakin lebih baik dan berjalan dengan sukses. Juga kami berharap untuk Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia dapat hadir sesuai rencana,” kata Zainuddin.

Wisuda XXXV Universitas Ibrahimy dengan 1.053 lulusan dari 25 program tersebut menjadi momentum yang mempertemukan capaian akademik para lulusan dengan penegasan kembali identitas pendidikan UNIB. Di tengah tradisi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Universitas Ibrahimy menempatkan tafaqquh fiddin, sains dan teknologi, akhlak serta semangat perjuangan sebagai bagian dari pesan yang dibawa dalam momentum wisuda. (Rif)
Posting Komentar

Posting Komentar

Berkomentarlah Dengan Bijak