BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W
BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W

Iklan Atas Artikel

Recent

Bookmark

Dampak Karhutla Kian Parah: Kasus ISPA Nasional Tembus 306 Ribu, 19 Orang Meninggal Dunia

Penalaut.com
– Dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dilaporkan kian memprihatinkan. 

Berdasarkan data akumulasi terbaru Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) hingga Minggu (18/10/2026), total kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah menembus angka 306.309 kasus di seluruh area terdampak.

Sebagaimana dilansir dari hariantangsel.com, ratusan ribu kasus gangguan pernapasan tersebut tersebar di 63 kabupaten/kota yang mencakup tujuh provinsi prioritas penanganan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. 

Dari total akumulasi tersebut, Provinsi Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan tercatat sebagai penyumbang angka kasus ISPA tertinggi.

Kelompok usia dewasa (di atas 5 tahun) menjadi kelompok yang paling banyak terpapar dengan jumlah mencapai sekitar 242.000 penderita. Sementara itu, kelompok rentan balita (anak di bawah usia 5 tahun) mencatatkan angka yang tak kalah mengkhawatirkan, yakni sekitar 64.000 anak.

Selain melonjaknya kasus ISPA, laporan data ini juga mencatat adanya korban jiwa yang terbagi dalam dua kondisi penanganan karhutla utama di Indonesia:

1. Sumatera Selatan

Tercatat sebanyak 15 orang meninggal dunia pada periode awal Oktober. Laporan khusus mengonfirmasi kematian para korban berkorelasi kuat dengan tingginya paparan kabut asap tebal yang membahayakan kesehatan.

2. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur

Sebanyak 4 orang dilaporkan meninggal dunia akibat luka bakar langsung setelah terjebak kobaran api saat kebakaran hebat melanda kawasan TNBTS pada pertengahan Oktober 2026.

3. Enam Provinsi Prioritas Lain (Riau, Jambi, Kalteng, Kalbar, Kalsel, Kaltim)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Dinas Kesehatan setempat mengonfirmasi belum ada laporan korban jiwa langsung akibat kobaran api di kawasan hutan gambut utama wilayah tersebut.

Guna menekan potensi lonjakan korban serta meminimalisasi risiko gangguan kesehatan yang lebih parah, Pemerintah melalui Kemenkes telah menerjunkan bantuan medis darurat ke seluruh wilayah terkepung kabut asap.

Upaya tanggap darurat tersebut meliputi pendistribusian lebih dari 800 ribu masker standar medis, pengiriman 170 unit oksigen konsentrator, serta menyiagakan ratusan pos pelayanan kesehatan di titik-titik rawan agar warga terdampak bisa segera mendapatkan penanganan medis secara intensif. (Hlmi)
Posting Komentar

Posting Komentar

Berkomentarlah Dengan Bijak