Sempuri Ijen Purba
kulihat lekuk gugusan
berselimut kabut
ingatkan sebuah perjalanan
berlatar hamparan kaldera
serupa dinding cincin
yang telah mengering
melangkah perlahan
diantara tubuh gunung
seiring terbitnya matahari,
bercerita jejak sejarah
kisah bumi yang hidup didalamnya
menyela napas yang tersenggal
diantara retakan yang rapuh
pun kawah berair asam
seakan berkisah api biru
pada tepiannya yang tak pudar
mencoba ramah
dengan bayang menyeru
dapur magma jalan kejujuran
di antara doa – doa pencarian
melewati panjangnya hari
dari perjalanan di Taman Bumi : Ijen Purba
yang belum semua kutuliskan
tapi percayalah...
namamu berdetak selalu
dan aku tak pernah berhenti mengagumimu
hanya caranya...
yang berbeda !
-2024
berjajar menerjang ombak leluasa
elok berpadu warna unik
mengawal gitik yang paling cantik
melarung sajian penuh harapan
hamparan birunya laut
menjadi saksi raung syukur
ruwatan bersama hari sebelumnya
merajut makna sedekah laut
berkelana riang tiada henti
pun lambaian umbul tersapu angin
bersaksi teriakan sukacita
seraya mengingat petuah
menggiring gema leluhur
keriuhan suara kapal - kapal
kirab sesaji menderu samudera
semarak doa baik membelah
melepas waktu luhur
atas hasil laut melimpah
mengayuh sabda alam
kita dapat menjaga
kita dapat melepas
kita dapat mendamba
kita dapat menuai
kita dapat mengiba
....dari kita laut terasa rumah
; agar selalu bersyukur
-2024
berselimut kabut
ingatkan sebuah perjalanan
berlatar hamparan kaldera
serupa dinding cincin
yang telah mengering
melangkah perlahan
diantara tubuh gunung
seiring terbitnya matahari,
bercerita jejak sejarah
kisah bumi yang hidup didalamnya
menyela napas yang tersenggal
diantara retakan yang rapuh
pun kawah berair asam
seakan berkisah api biru
pada tepiannya yang tak pudar
mencoba ramah
dengan bayang menyeru
dapur magma jalan kejujuran
di antara doa – doa pencarian
melewati panjangnya hari
dari perjalanan di Taman Bumi : Ijen Purba
yang belum semua kutuliskan
tapi percayalah...
namamu berdetak selalu
dan aku tak pernah berhenti mengagumimu
hanya caranya...
yang berbeda !
-2024
Raung Petik Laut
kapal-kapal berhias pernak-pernikberjajar menerjang ombak leluasa
elok berpadu warna unik
mengawal gitik yang paling cantik
melarung sajian penuh harapan
hamparan birunya laut
menjadi saksi raung syukur
ruwatan bersama hari sebelumnya
merajut makna sedekah laut
berkelana riang tiada henti
pun lambaian umbul tersapu angin
bersaksi teriakan sukacita
seraya mengingat petuah
menggiring gema leluhur
keriuhan suara kapal - kapal
kirab sesaji menderu samudera
semarak doa baik membelah
melepas waktu luhur
atas hasil laut melimpah
mengayuh sabda alam
kita dapat menjaga
kita dapat melepas
kita dapat mendamba
kita dapat menuai
kita dapat mengiba
....dari kita laut terasa rumah
; agar selalu bersyukur
-2024
Nihayah yang Hidup di Dalamnya: Ijen Purba
di tempat ini, dengan nihayah yang hidup didalamnya
Ijen Purba!
Ijen Purba!
ya orang mengenalnya dengan nama ini
rangkaian batu saling berdekatan
seakan bercerita padaku
sembari menyematkan napas sejarah bumi
tanah yang menyimpan pesan
mendulang suara – suara agar menjaganya
dan paham betul tapak baik tanpa kepalsuan
air yang menyatu pada tubuhnya
bersabda kata alam
merajut harmoni terus berulang
teruslah merindu,
sampai memecah langit
dari siang yang mengenalkan doa pencarian
atau dari malam sejujur merelakan
suara pikiran terus berdengung
Ijen Purba punya cara indah
memperpanjang ingatan istimewa
dan akan terus menceritakannya
meski hanya sekuntum rindu
-2024
Perempuan yang sedang merakit
tubuh lagi, kelak yang dilahirkannya
kuat tanpa harus tumbang oleh badai
teriring mitos belum tentu bisa dipercaya
namun, ranum di setiap musim berlalu
selalu ada yang abadi dari
sepanjang hayat kasihnya
II
Perempuan yang belum selesai
dengan dirinya
meredam ramainya isi kepala
siapakah dia sesungguhnya ?
berkisah memanjakan diri
dibalik mereka yang tak paham
merajut kegelisahan menjadi
lukisan kehidupan
merangkai keseimbangan serupa
pelajaran hayat
…..benar – benar tidak paham
bahwa ketidaktahuan sumber
ketakutan
III
Perempuan pengelana pikiran
tempat dimana menyukai hujan
membuatnya menari dalam keteduhan
bertarung bila hanya gerimis;
karena ia hanya mempercepat kelam
dan berjalan lambat
dibingkainya langit sebagai
catatan musim yang terlipat
....ia hanya terombang - ambing
di antara tetap menikmati
atau pergi menjauh ?
-2024
rangkaian batu saling berdekatan
seakan bercerita padaku
sembari menyematkan napas sejarah bumi
tanah yang menyimpan pesan
mendulang suara – suara agar menjaganya
dan paham betul tapak baik tanpa kepalsuan
air yang menyatu pada tubuhnya
bersabda kata alam
merajut harmoni terus berulang
teruslah merindu,
sampai memecah langit
dari siang yang mengenalkan doa pencarian
atau dari malam sejujur merelakan
suara pikiran terus berdengung
Ijen Purba punya cara indah
memperpanjang ingatan istimewa
dan akan terus menceritakannya
meski hanya sekuntum rindu
-2024
Lukisan Tiga Perempuan
IPerempuan yang sedang merakit
tubuh lagi, kelak yang dilahirkannya
kuat tanpa harus tumbang oleh badai
teriring mitos belum tentu bisa dipercaya
namun, ranum di setiap musim berlalu
selalu ada yang abadi dari
sepanjang hayat kasihnya
II
Perempuan yang belum selesai
dengan dirinya
meredam ramainya isi kepala
siapakah dia sesungguhnya ?
berkisah memanjakan diri
dibalik mereka yang tak paham
merajut kegelisahan menjadi
lukisan kehidupan
merangkai keseimbangan serupa
pelajaran hayat
…..benar – benar tidak paham
bahwa ketidaktahuan sumber
ketakutan
III
Perempuan pengelana pikiran
tempat dimana menyukai hujan
membuatnya menari dalam keteduhan
bertarung bila hanya gerimis;
karena ia hanya mempercepat kelam
dan berjalan lambat
dibingkainya langit sebagai
catatan musim yang terlipat
....ia hanya terombang - ambing
di antara tetap menikmati
atau pergi menjauh ?
-2024
Karya: Sultan Musa



Posting Komentar