Kegiatan yang berlangsung di Auditorium KH.R. As’ad Syamsul Arifien UNIIB ini dihadiri oleh puluhan kader-kader PMII Banyuwangi. Pertunjukan yang disajikan merupakan kolaborasi antara teatpuisi, dan seni tari.
Ketua Komisariat PMII UNIIB XXXII, Rifqi Izzul Wafa, menyatakan bahwa pertunjukan ini merupakan bentuk refleksi untuk meninjau kembali tujuan awal pembentukan organisasi. Menurutnya, gerakan ini bertujuan mengembalikan semangat persatuan dan kesadaran dalam setiap pengambilan keputusan organisasi yang berorientasi pada nilai demokrasi.
"Ini adalah upaya mengembalikan himmah persatuan di tengah menurunnya empati yang tergerus oleh pengaruh kekuasaan dan materi," ujar Wafa dalam sambutannya.
Pertunjukan ini menyoroti sejumlah isu sosial kontemporer yang menjadi landasan gerakan PMII saat ini, di antaranya:
- Advokasi Perempuan. Upaya menciptakan ruang aman bagi perempuan dari berbagai bentuk ancaman.
- Krisis Informasi. Menyoroti sulitnya menemukan kebenaran di tengah arus informasi dalam lingkaran sosial yang tidak sehat.
- Integritas Kader. Mengingatkan kader agar tidak terjebak pada pencitraan diri yang manipulatif.
Menutup pernyataannya, Wafa menekankan pentingnya menjaga warisan nilai-nilai organisasi. Ia mengimbau seluruh kader untuk tidak sekadar membawa nama besar PMII, tetapi juga mengemban harapan dan pengorbanan para pendiri.
"Yang kita warisi bukan sekadar nama besar, melainkan harapan yang dititipkan dengan penuh pengorbanan. Jangan sampai sejarah mencatat kita pernah ada, namun tidak benar-benar berjuang saat nilai-nilai organisasi mulai pudar," tegasnya.
(Hlmihf)




Posting Komentar