Penalaut.com – (Bondowoso) Ijen Cendikia Nusantara bersama Universitas Bondowoso menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait persoalan lingkungan hidup dan peluang penerapan kebijakan berbasis insentif ekologis di Kabupaten Bondowoso, pada Jumat (22/05/2026).
Diskusi bertema “Identifikasi Permasalahan Ekologi dan Peluang Solusi Melalui Insentif Kinerja Berbasis Ekologis (IKE)” tersebut melibatkan akademisi, pemerintah daerah, pemerintah desa, legislatif, hingga masyarakat sipil.
Direktur Ijen Cendikia Nusantara, Ach. Humaidi, mengatakan forum tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya kebijakan pembangunan yang berpihak pada kelestarian lingkungan.
Ia menjelaskan, salah satu konsep yang mulai diperkenalkan adalah Ecological Fiscal Transfer (EFT) atau transfer fiskal berbasis ekologi, yakni skema pemberian insentif bagi daerah atau desa yang berhasil menjaga lingkungan hidup.
“Daerah yang mampu menjaga hutan, sumber air, dan pengelolaan sampah seharusnya mendapatkan penghargaan melalui kebijakan anggaran,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pemerintah maupun masyarakat untuk lebih serius menjaga kualitas lingkungan.
Ia juga menilai Bondowoso memiliki kekayaan alam yang besar sehingga membutuhkan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan ekosistem.
“Potensi alam Bondowoso luar biasa, sehingga perlu dijaga bersama agar tetap memberi manfaat bagi generasi mendatang,” katanya.
Dalam forum tersebut, peserta turut membahas berbagai persoalan ekologis yang terjadi di Bondowoso, seperti persoalan sampah, banjir, longsor, kekeringan, kerusakan hutan, hingga alih fungsi lahan.
Lead Project kegiatan, Alfareza Firdaus, mengatakan isu sampah menjadi salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan peserta diskusi.
Namun ia menegaskan bahwa skema Insentif Kinerja Berbasis Ekologis (IKE) diharapkan tidak hanya fokus pada satu isu, melainkan menjadi gerakan bersama dalam menjaga lingkungan secara menyeluruh.
“Kami ingin mendorong lahirnya inovasi dan keterlibatan aktif berbagai pihak dalam menjaga lingkungan hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Bondowoso, Samsul Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi penting antara kampus dan masyarakat dalam mencari solusi lingkungan berbasis kajian ilmiah.
Ia berharap hasil diskusi dapat menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Ketua LPPM Universitas Bondowoso, Mohammad Haris Taufiqur Rahman, menambahkan bahwa kerja sama antara kampus dan ICN diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang benar-benar berdampak terhadap pelestarian lingkungan dan masyarakat sekitar.
ICN Bersama UNIBO Dorong Kebijakan Ramah Lingkungan Lewat FGD Insentif Ekologis

Pena Laut
... menit baca
Dengarkan


Posting Komentar