Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat tradisi intelektual mahasiswa sekaligus menghadirkan ruang dialog akademik yang produktif antara civitas akademika dan tokoh nasional di bidang literasi.
Mengusung tema “Buku sebagai Oase di Tengah Krisis Literasi Generasi Z: Membangun Budaya Deep Reading untuk Memperkuat Kemampuan Riset, Argumentasi, dan Literasi Informasi”, acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Ibrahimy Dr. Khairul Anwar, M.H.I., Kepala Biro AAK Achmad, S.Ag., M.Pd.I., M.Akun., dosen, serta ratusan mahasiswi dari berbagai program studi.
Dalam pemaparannya, Okky Madasari menekankan pentingnya mempertahankan tradisi membaca sebagai fondasi utama dalam dunia pendidikan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi yang tidak hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga mampu mengolah dan mengkritisinya secara ilmiah.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan membaca secara mendalam menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam melakukan riset, menyusun argumentasi, serta memahami berbagai persoalan sosial secara komprehensif.
“Upaya untuk membangun pikiran kritis sejak zaman sebelum Indonesia ada itu dimulai dari pondok pesantren,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa tradisi intelektual yang berkembang di lingkungan pesantren memiliki kontribusi besar dalam membentuk budaya keilmuan di Indonesia.
Sebagai pembanding, Dr. Ust. Abdul Wahid, M.H.I. menyampaikan bahwa mahasiswa perlu membangun kebiasaan membaca yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Menurutnya, kualitas bacaan akan sangat memengaruhi kualitas pemikiran seseorang.
Rektor Universitas Ibrahimy, Dr. Khairul Anwar, M.H.I., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai forum literasi semacam ini penting untuk memperkuat ekosistem akademik kampus sekaligus mendorong mahasiswa agar lebih aktif membaca, berdiskusi, dan menghasilkan karya ilmiah.
Sementara itu, Pimpinan Redaksi LPM Universitas Ibrahimy, Nabilatus Syarifah, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan budaya literasi di lingkungan kampus.
Menurutnya, kehadiran Okky Madasari memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari seorang penulis yang konsisten memperjuangkan literasi dan kebebasan berpikir melalui karya-karyanya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang mengenai dunia kepenulisan, tantangan literasi di era digital, hingga peran mahasiswa dalam menjaga tradisi keilmuan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Ibrahimy menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang akademik yang mendorong lahirnya generasi intelektual yang kritis, kreatif, dan berdaya saing. Bedah buku bersama Okky Madasari menjadi salah satu ikhtiar kampus dalam memperkuat budaya literasi sebagai bagian penting dari pengembangan kualitas pendidikan tinggi.
![]() |
| Rektor Universitas Ibrahimy, Dr. Khairul Anwar, M.H.I. |
Menurutnya, kehadiran Okky Madasari memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari seorang penulis yang konsisten memperjuangkan literasi dan kebebasan berpikir melalui karya-karyanya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang mengenai dunia kepenulisan, tantangan literasi di era digital, hingga peran mahasiswa dalam menjaga tradisi keilmuan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Ibrahimy menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang akademik yang mendorong lahirnya generasi intelektual yang kritis, kreatif, dan berdaya saing. Bedah buku bersama Okky Madasari menjadi salah satu ikhtiar kampus dalam memperkuat budaya literasi sebagai bagian penting dari pengembangan kualitas pendidikan tinggi.




Posting Komentar