BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W
BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W

Iklan Atas Artikel

Recent

Bookmark

JMSI Bondowoso, Pemkab dan DPRD Jadikan Hari Anak Nasional 2026 Sebagai Ruang Edukasi Anak dan Orang Tua

Penalaut.com
– (Bondowoso) Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di TK Negeri Pembina Bondowoso tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi anak-anak, tetapi juga ruang edukasi bagi orang tua tentang pentingnya membangun pola asuh yang sehat di era digital. Kegiatan tersebut digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Cabang Bondowoso bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan DPRD Bondowoso, Kamis (23/7/2026).

Mengusung tema "Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" dengan subtema "Ayo Bermain Tanpa Gadget", kegiatan diawali dengan edukasi parenting dari Dinas Sosial P3AKB Bondowoso. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya pendampingan keluarga agar anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh perhatian.

Suasana semakin semarak ketika sekitar 100 siswa taman kanak-kanak diajak memainkan berbagai permainan tradisional seperti lompat tali, engklek, dan dakon. Tawa anak-anak memenuhi halaman TK Negeri Pembina Bondowoso, menghadirkan suasana yang berbeda dari keseharian mereka yang kerap bersentuhan dengan gawai.

Ketua JMSI Bondowoso, Bahrullah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian insan pers terhadap masa depan generasi muda. Menurutnya, media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak lahirnya budaya pengasuhan yang lebih baik.

"Perkembangan teknologi memang tidak bisa kita nafikan. Namun, banyak cara mengasuh anak yang tidak bergantung pada gadget. Sekarang anak menangis sedikit langsung diberikan HP. Padahal, kita bisa mengajak mereka bermain permainan tradisional seperti lompat tali, engklek maupun dakon," katanya.

Bahrullah berharap peringatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi seluruh keluarga agar menyediakan waktu berkualitas bersama anak melalui aktivitas sederhana yang mampu mempererat hubungan emosional.

"Kami selaku insan pers berkewajiban menyajikan pemberitaan yang positif, edukatif, dan ramah anak. Kami berharap Hari Anak Nasional menjadi refleksi bagi kita semua sebagai orang tua untuk terus memperbaiki pola pengasuhan anak," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, seluruh peserta yang mengikuti permainan memperoleh hadiah berupa perlengkapan sekolah. Pemberian hadiah menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat agar anak-anak semakin aktif bermain dan berinteraksi dengan teman sebayanya.

Wakil Ketua III DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menilai penguatan karakter anak harus dimulai sejak usia dini. Menurutnya, keluarga menjadi lingkungan pertama yang menentukan kualitas generasi masa depan.

"Anak usia dini adalah usia emas, jangan terpengaruh sesuatu yang buruk. Orang tua jadi contoh terbaik bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya. Sekarang adalah momentum Hari Anak Nasional karena banyak warisan leluhur kita yang positif mulai ditinggalkan karena pengaruh teknologi. Ayo kembali ke permainan tradisional karena permainan tradisional memiliki filosofi masing-masing," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara bijaksana. Jangan sampai kemajuan tersebut justru menjauhkan anak-anak dari nilai gotong royong, kebersamaan, dan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

"Jika berbicara gadget, di negara asalnya saja sudah dibatasi secara usia yang bisa memegang gadget. Anak Indonesia jangan dirugikan oleh teknologi yang menggerus nilai leluhur kita terutama nilai gotong royong. Kita jangan lupa dan terbuai dengan kemajuan teknologi," tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan Bunda PAUD Kabupaten Bondowoso, Zakiyatul Fakhiroh As'ad, turut mencoba permainan engklek bersama anak-anak. Kehadirannya menjadi simbol dukungan terhadap pembelajaran yang menyenangkan sekaligus pentingnya keterlibatan orang dewasa dalam aktivitas bermain anak.

"Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Harapan ke depan semoga anak didik kita dapat tumbuh sesuai dengan cita-cita yang mereka impikan," katanya.

Melalui sinergi JMSI Bondowoso, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, DPRD Bondowoso, dunia pendidikan, dan para orang tua, peringatan Hari Anak Nasional 2026 diharapkan menjadi awal tumbuhnya budaya pengasuhan yang lebih berkualitas. Sebab, masa depan anak tidak hanya dibentuk oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh perhatian keluarga, lingkungan yang mendukung, dan pengalaman bermain yang sehat serta bermakna.
Posting Komentar

Posting Komentar

Berkomentarlah Dengan Bijak