Aceh Tamiang – Komitmen memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana melalui sektor pendidikan kembali diwujudkan oleh LAZISNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama PT Indomarco Prismatama (Indomaret). Melalui Program Rehabilitasi Bencana Sumatera, kedua lembaga berkolaborasi membangun dan merehabilitasi sejumlah fasilitas pendidikan Islam di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Balai Pengajian Dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah di Kampung Alue Ie Puteh, Kecamatan Manyak Payed, serta penyerahan bantuan rehabilitasi untuk Dayah Sabilul 'Ulum Diniyah Islamiyah dan Madrasah Al Hidayatul Islamiyah, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., Sekretaris LAZISNU PBNU H. Moesafa, S.Fil., M.A.P., Ketua PCNU Aceh Tamiang Tengku Mirza Efendi, perwakilan PT Indomarco Prismatama Bambang Trijanto, unsur Forkopimcam Manyak Payed, para pimpinan dayah, serta tokoh masyarakat.
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menegaskan bahwa pembangunan dayah bukan sekadar membangun fasilitas fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang berkarakter.
"Momentum ini bukan hanya dimulainya pembangunan sebuah bangunan, tetapi dimulainya ikhtiar bersama membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Dayah akan menjadi pusat pembinaan umat sekaligus benteng moral masyarakat. Membangun dayah berarti membangun peradaban dan menyiapkan generasi yang memiliki keteguhan iman menghadapi tantangan zaman," ujarnya.
Sekretaris LAZISNU PBNU H. Moesafa menjelaskan bahwa Program Rehabilitasi Bencana Sumatera merupakan hasil kolaborasi LAZISNU PBNU dengan Indomaret yang telah terjalin sejak 2018. Seluruh kegiatan didanai dari donasi pelanggan yang dihimpun melalui gerai-gerai Indomaret di seluruh Indonesia.
Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur umum, tetapi juga menghidupkan kembali pusat-pusat pendidikan dan keagamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
"Di Aceh Tamiang, bantuan yang diberikan meliputi pembangunan Balai Pengajian Dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah, rehabilitasi ruang ustadz dan dapur pesantren Dayah Sabilul 'Ulum Diniyah Islamiyah, serta rehabilitasi Balai Pengajian lantai dua Madrasah Al Hidayatul Islamiyah," jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan dayah memiliki peran strategis dalam proses pemulihan sosial masyarakat pascabencana karena menjadi pusat pendidikan, pembinaan karakter, sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan.
Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah, Tengku Ramadhani, mengaku bersyukur atas dimulainya pembangunan balai pengajian yang selama ini sangat dibutuhkan setelah kerusakan akibat banjir.
"Selama pascabanjir, balai pengajian kami mengalami kerusakan cukup parah. Dengan adanya pembangunan ini, insya Allah proses belajar mengajar dan mengaji akan semakin nyaman sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan para santri. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mewujudkan cita-cita ini," katanya.
Senada dengan itu, Pimpinan Dayah Sabilul 'Ulum Diniyah Islamiyah, Tengku Nazarudin, menyampaikan bahwa bantuan rehabilitasi sangat berarti bagi pesantrennya yang mengalami kerusakan akibat banjir dan angin puting beliung.
"Kami bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian LAZISNU PBNU, Indomaret, pemerintah daerah, serta seluruh donatur. Kerusakan yang kami alami cukup berat, terutama pada ruang guru dan dapur pesantren. Bantuan ini akan sangat membantu kelancaran aktivitas pendidikan di dayah," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Bambang Trijanto, mengatakan bahwa kolaborasi bersama LAZISNU PBNU merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menyalurkan program tanggung jawab sosial secara tepat sasaran.
Ia menegaskan bahwa setiap donasi pelanggan yang dihimpun melalui gerai Indomaret diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
"Program ini menunjukkan bahwa kepedulian pelanggan yang disalurkan melalui donasi di gerai Indomaret dapat memberikan dampak yang berkelanjutan. Bersama LAZISNU PBNU, kami berharap fasilitas pendidikan yang dibangun menjadi tempat lahirnya generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan memberikan manfaat bagi bangsa," ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, LAZISNU PBNU, Indomaret, para donatur, dan masyarakat, rehabilitasi tiga lembaga pendidikan Islam di Aceh Tamiang diharapkan menjadi tonggak penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat kualitas pendidikan keagamaan bagi generasi mendatang.
Di tengah proses bangkit dari bencana, pembangunan dayah tidak hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga menumbuhkan kembali harapan, semangat belajar, dan masa depan masyarakat Aceh Tamiang. (Zak)



Posting Komentar