Surat Untuk Muktamar
Kepada Muktamar kami menitipkan doaDi tengah riuh suara dan perbedaan
Kompas utama adalah umat dan
Kebaikan menjadi akhir
Bukan tentang tempatnya siapa
Bukan juga sibuk menunjuk
Dengarkanlah suara hati kecil kami
Yang berharap hidup lebih baik nan tenang
Ada petani yang menunggu hasil panen
Ada santri yang mengejar ilmu
Ada guru yang terus mengajarkan kebaikan
Ada umat yang menunggu perhatianmu
Muktamar boleh selesai dan kembali pulang
Namun tugas untuk umat jangan berhenti
Semoga keputusan membawa terang
Dan memberi manfaat bagi negeri
Diantara Bendera dan Doa
Di bawah benderaAda banyak doa yang tak terdengar
Tentang hidup yang ingin lebih benar
Masa depan yang ingin lebih lebar
Ada ibu yang mendoakan anak
Ada santri yang mengejar ilmu
Ada petani yang bekerja tanpa banyak keluh
Ada rakyat yang berharap hidup teduh
Muktamar bukan sekadar pertemuan
Bukan hanya tentang siapa memimpin
Tetapi tentang arah perjuangan
Agar umat tidak merasa asing
Jika NU adalah rumah bersama
Semoga pintunya selalu terbuka
Untuk yang lemah dan berbeda
Untuk semua yang mencari cahaya
Untuk Yang Terpilih
Kepada mereka yang menerima amanahJangan lupa siapa yang harus dibela
Jabatan bukan sekadar sebuah nama
Tetapi tanggung jawab kepada umat
Lihatlah mereka yang sederhana
Yang hidup jauh dari ruang pertemuan
Mereka juga bagian dari keluarga
Yang menunggu hadirnya perubahan
Jadilah pemimpin yang mau mendengar
Tidak tinggi karena sebuah jabatan
Berani melawan segala ketidakbenaran
Dan rendah hati dalam menjalankan amanah
Jika amanah terasa begitu berat
Ingatlah harapan yang telah dititipkan
Semoga langkah tetap dekat dengan umat
Dan setiap keputusan membawa kebaikan
Ketika Kami berbeda
Kita lahir dari jalan yang berbedaMembawa cerita dan cara yang beragam
Namun kita bertemu dalam satu cita
Menjaga umat agar tetap tenteram
Tidak semua harus menjadi sama
Tidak semua pendapat harus serupa
Perbedaan bukan alasan untuk terluka
Jika hati masih memilih bersama
Mari belajar menahan kata
Ketika perbedaan mulai menjadi bara
Sebab yang kita jaga bukan hanya nama
Tetapi persaudaraan di antara kita
Biarlah banyak jalan yang terbuka
Selama menuju kebaikan yang sama
Sebab umat akan menjadi kuat
Ketika perbedaan menjadi rahmat
Di Balik Suara yang Ramai
Di sebuah ruang yang penuh suaraMasing-masing membawa harapannya
Ada yang datang membawa gagasan
Ada yang datang membawa keresahan
Namun setelah suara itu selesai
Yang tinggal bukan siapa paling pandai
Yang tinggal adalah apa yang berubah
Dan siapa yang akhirnya terbantu
Sebab agama bukan sekadar kata
Ia harus hadir dalam kehidupan nyata
Dalam tangan yang mau menolong
Dalam hati yang enggan menyakiti
Maka biarkan muktamar menjadi jeda
Untuk melihat kembali arah kita
Bukan hanya mencari jalan terbaik
Tetapi menjadi manusia yang lebih baik
Karya: Muhammad Taofik



Posting Komentar