BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W
BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W

Iklan Atas Artikel

Recent

Bookmark

Titip Harap di Muktamar ke-35

Surat Untuk Muktamar

Kepada Muktamar kami menitipkan doa
Di tengah riuh suara dan perbedaan
Kompas utama adalah umat dan
Kebaikan menjadi akhir

Bukan tentang tempatnya siapa
Bukan juga sibuk menunjuk
Dengarkanlah suara hati kecil kami
Yang berharap hidup lebih baik nan tenang

Ada petani yang menunggu hasil panen
Ada santri yang mengejar ilmu
Ada guru yang terus mengajarkan kebaikan
Ada umat yang menunggu perhatianmu

Muktamar boleh selesai dan kembali pulang
Namun tugas untuk umat jangan berhenti
Semoga keputusan membawa terang
Dan memberi manfaat bagi negeri

Diantara Bendera dan Doa

Di bawah bendera
Ada banyak doa yang tak terdengar
Tentang hidup yang ingin lebih benar
Masa depan yang ingin lebih lebar

Ada ibu yang mendoakan anak
Ada santri yang mengejar ilmu
Ada petani yang bekerja tanpa banyak keluh
Ada rakyat yang berharap hidup teduh

Muktamar bukan sekadar pertemuan
Bukan hanya tentang siapa memimpin
Tetapi tentang arah perjuangan
Agar umat tidak merasa asing

Jika NU adalah rumah bersama
Semoga pintunya selalu terbuka
Untuk yang lemah dan berbeda
Untuk semua yang mencari cahaya

Untuk Yang Terpilih

Kepada mereka yang menerima amanah
Jangan lupa siapa yang harus dibela
Jabatan bukan sekadar sebuah nama
Tetapi tanggung jawab kepada umat

Lihatlah mereka yang sederhana
Yang hidup jauh dari ruang pertemuan
Mereka juga bagian dari keluarga
Yang menunggu hadirnya perubahan

Jadilah pemimpin yang mau mendengar
Tidak tinggi karena sebuah jabatan
Berani melawan segala ketidakbenaran
Dan rendah hati dalam menjalankan amanah

Jika amanah terasa begitu berat
Ingatlah harapan yang telah dititipkan
Semoga langkah tetap dekat dengan umat
Dan setiap keputusan membawa kebaikan

Ketika Kami berbeda

Kita lahir dari jalan yang berbeda
Membawa cerita dan cara yang beragam
Namun kita bertemu dalam satu cita
Menjaga umat agar tetap tenteram

Tidak semua harus menjadi sama
Tidak semua pendapat harus serupa
Perbedaan bukan alasan untuk terluka
Jika hati masih memilih bersama

Mari belajar menahan kata
Ketika perbedaan mulai menjadi bara
Sebab yang kita jaga bukan hanya nama
Tetapi persaudaraan di antara kita

Biarlah banyak jalan yang terbuka
Selama menuju kebaikan yang sama
Sebab umat akan menjadi kuat
Ketika perbedaan menjadi rahmat

Di Balik Suara yang Ramai

Di sebuah ruang yang penuh suara
Masing-masing membawa harapannya
Ada yang datang membawa gagasan
Ada yang datang membawa keresahan

Namun setelah suara itu selesai
Yang tinggal bukan siapa paling pandai
Yang tinggal adalah apa yang berubah
Dan siapa yang akhirnya terbantu

Sebab agama bukan sekadar kata
Ia harus hadir dalam kehidupan nyata
Dalam tangan yang mau menolong
Dalam hati yang enggan menyakiti

Maka biarkan muktamar menjadi jeda
Untuk melihat kembali arah kita
Bukan hanya mencari jalan terbaik
Tetapi menjadi manusia yang lebih baik

Karya: Muhammad Taofik
Posting Komentar

Posting Komentar

Berkomentarlah Dengan Bijak