BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W
BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W

Iklan Atas Artikel

Recent

Bookmark

Bedah Buku Hasan Raid: Islam dan Komunisme Dinilai Sama-Sama Bela Wong Cilik

Penalaut.com – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menggelar bedah buku bertajuk Pergulatan Muslim Komunis: Sebuah Otobiografi, karya Hasan Raid pada Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Penalaut Media ini bertujuan membedah wacana sejarah alternatif serta menelaah kembali stigma ateisme yang selama ini melekat erat pada gerakan Komunis di Indonesia.

Sesi diskusi didahului oleh penampilan monolog berjudul "Pidato", karya Putu Fajar, yang dibawakan oleh Munib dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Pinggir Kali sebagai pembuka acara.
Pemantik diskusi dari Penalaut Media, Dendy Wahyu, menyampaikan bahwa buku otobiografi Hasan Raid memberikan sudut pandang berbeda mengenai pertautan antara nilai-nilai keislaman dan perjuangan sosial Komunisme.

"Artikel ini merupakan pengantar dan bagian akhir buku induknya. Selain untuk memunculkan wacana pinggiran, buku tersebut membahas keselarasan antara Islam dan Komunisme," terang Dendy di hadapan peserta diskusi.

Dalam ruang diskusi, mengemuka pembahasan mengenai pandangan umum masyarakat yang kerap menggeneralisasi bahwa komunis atau Partai Komunis Indonesia (PKI) bertentangan dengan agama dan berpaham ateis. Menanggapi hal tersebut, Dendy menjelaskan bahwa catatan sejarah menunjukkan dinamika yang lebih kompleks, di mana tak sedikit tokoh gerakan memadukan identitas keislaman dengan sintesis pemikiran Kiri.

Dendy menilai, penelusuran terhadap karya-karya seperti otobiografi Hasan Raid penting dilakukan agar generasi muda dapat membaca rekam jejak masa lalu secara objektif tanpa terjebak pada narasi tunggal.

"Diskusi ini dimaksudkan agar kita dapat adil dalam membaca sejarah. Tidak hanya menyalahkan PKI maupun NU (Islam) semata," ujar Dendy.

Ia menambahkan, salah satu benang merah yang menghubungkan gagasan Islam dan Komunisme sebagaimana dipaparkan Hasan Raid terletak pada pembelaan terhadap kelompok masyarakat miskin dan tertindas, meskipun kedua paham tersebut menggunakan terminologi yang berbeda.

"Antara Islam dan Komunis sama-sama memihak masyarakat bawah. Bedanya, menurut Hasan, cuma istilahnya saja. Islam pakai istilah Mustadh'afin, komunis pakai istilah proletar atau wong cilik," tegasnya.

Melalui agenda bedah buku ini, diharapkan para mahasiswa dapat menyikapi dialektika sejarah bangsa secara kritis, rasional, dan berimbang tanpa mengabaikan fakta-fakta historis yang ada. (Hlmihf)
Posting Komentar

Posting Komentar

Berkomentarlah Dengan Bijak