BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W
BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W

Iklan Atas Artikel

Recent

Bookmark

Mahasiswa Bondowoso Ikut Geruduk Jember: Suara Lintas Daerah Desak Hentikan Represifitas Aparat

Demo Jember

Penalaut.com
– Gelombang massa aksi bertajuk Amarah Masyarakat Jember (AMJ) pada Sabtu (30/8/2025). Ribuan mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, masyarakat sipil, hingga pengemudi ojek online tumpah ruah memenuhi jalanan Kota Jember.

Massa memulai long march dari Kampus Universitas Jember menuju Kantor DPRD Kabupaten Jember. Setelah itu, mereka bergerak ke titik utama aksi di depan Mapolres Jember.

Sejumlah organisasi intra dan ekstra kampus turut serta, mulai dari PMII, HMI, GMNI, IMM, KAMMI, hingga aliansi mahasiswa independen. Tak hanya itu, solidaritas juga datang dari mahasiswa luar daerah, termasuk dari Kabupaten Bondowoso.

Salah satu mahasiswa Bondowoso, Rifky Gimnastiar, mengungkapkan bahwa dirinya dan beberapa kawannya hadir dengan semangat solidaritas. “Kami datang dengan spirit yang sama, meski beda daerah. Tujuan kita satu frekuensi dengan kawan-kawan di Jember, yakni hentikan represifitas aparat, tegakkan keadilan tanpa impunitas,” ujarnya saat diwawancarai awak media.

Demo Jember

Menurut Rifky, keterlibatan mahasiswa dari luar Jember menunjukkan bahwa tindakan represif aparat bukan sekadar isu lokal, melainkan problem nasional. “Ini menyangkut masa depan demokrasi kita. Jika dibiarkan, represifitas aparat akan terus jadi ancaman bagi rakyat,” tambahnya.

Di sepanjang jalannya aksi, massa mengibarkan poster dan spanduk dengan tulisan kritik keras terhadap aparat kepolisian. Beberapa di antaranya bertuliskan “Stop Police Brutality”, “Polisi Bukan Algojo”, hingga “Keadilan Tanpa Impunitas”.

Isu kematian Affan, driver ojek online asal Jember yang diduga menjadi korban represifitas polisi, menjadi salah satu pemicu utama amarah massa. Kasus ini disebut menambah daftar panjang tindakan brutal aparat yang menelan korban jiwa di Indonesia.

Dalam orasinya, peserta aksi juga menyinggung data maraknya kekerasan polisi terhadap masyarakat. “Setiap tahun, angka pembunuhan oleh oknum polisi terus naik hingga 135 kasus. Ini bukan angka yang wajar, melainkan darurat keadilan,” teriak salah satu orator.

Aksi berjalan dengan komando ketat. Koordinator lapangan mengingatkan massa untuk tidak melakukan tindakan anarkis maupun merusak fasilitas umum. “Satu korlap, satu komando. Fokus kita pada tuntutan, jangan terprovokasi,” ujar komando aksi.

Adapun tuntutan yang disampaikan AMJ meliputi: hentikan represifitas aparat, tegakkan keadilan tanpa impunitas, usut tuntas kasus kematian Affan, bebaskan peserta aksi yang ditangkap, serta desakan pencopotan Kapolri Listyo Sigit Prabowo karena dianggap gagal mereformasi wajah kepolisian.

Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra S.H., S.I.K., M.Si, menemui massa dan menyatakan menerima semua tuntutan kecuali satu poin yang berbunyi “Copot KAPOLRI Listyo Sigit Prabowo karena telah gagal mengubah wajah represif kepolisian”

Hfdaql
Posting Komentar

Posting Komentar

Berkomentarlah Dengan Bijak