BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W
BWlBduTUUim65BmNoRNRwZwviGLcUft1snoGQp4W

Iklan Atas Artikel

Recent

Bookmark

Enam Tahun BPVP Banyuwangi, Perluas Akses Pelatihan dan Perkuat Layanan Publik

Enam Tahun BPVP Banyuwangi, Perluas Akses Pelatihan dan Perkuat Layanan Publik

Penalaut.com - Banyuwangi, Enam tahun beroperasi, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi terus memperluas perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat. Momentum tersebut tercermin dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-6 BPVP Banyuwangi yang digelar secara sederhana namun sarat makna, Sabtu (13/9/2025).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan selawat nabi dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan dengan penguatan kewirausahaan bagi peserta pelatihan, penandatanganan kerja sama program tailor made training tahap pertama, serta pembukaan pekan pelatihan vokasi.

Peringatan harlah ini turut dihadiri Koordinator Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan RI, Prof. Sukro Muhab, yang secara langsung memberikan materi penguatan kewirausahaan kepada ratusan peserta pelatihan. Kehadiran tersebut menegaskan perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan SDM berbasis vokasi di daerah.

Kepala BPVP Banyuwangi, Arsyad, menegaskan bahwa perjalanan enam tahun lembaga ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak dan partisipasi masyarakat.
“Tepat pada 13 September 2019 BPVP Banyuwangi resmi beroperasi. Hari ini, di tahun ke-6, sudah puluhan ribu orang mengikuti pelatihan, sebagian besar berasal dari Banyuwangi,” ungkapnya.

Menurut Arsyad, BPVP Banyuwangi berkomitmen memberikan layanan pelatihan tanpa mengenal hari libur sebagai bentuk pelayanan publik.
“Walaupun Sabtu adalah hari libur, bagi kami tidak ada libur. Semua demi pelayanan kepada masyarakat,” katanya yang disambut tepuk tangan peserta.

Selain peringatan harlah, BPVP Banyuwangi juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah industri di Banyuwangi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pelatihan vokasi dan kebutuhan dunia usaha serta industri.

Arsyad berharap akses pelatihan BPVP Banyuwangi semakin terbuka luas, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga wilayah sekitar.
“Kami berharap program pelatihan BPVP bisa diakses secara luas, tidak hanya oleh masyarakat Banyuwangi, tetapi juga dari Jember, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, hingga Pasuruan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penguasaan kompetensi menjadi kunci kesejahteraan di era persaingan kerja saat ini.
“Jika masyarakat ingin hidup sejahtera, maka harus memiliki kompetensi dan keterampilan yang terlatih serta kredibel agar mampu bersaing dengan dunia usaha dan industri,” tegasnya.

Melalui peringatan enam tahun ini, BPVP Banyuwangi meneguhkan posisinya sebagai lembaga pelatihan vokasi yang tidak hanya berfokus pada angka peserta, tetapi juga pada kualitas layanan dan dampak nyata bagi peningkatan daya saing tenaga kerja regional.

Posting Komentar

Posting Komentar

Berkomentarlah Dengan Bijak